Langsung ke konten utama

Cita Cita

Cita cita kamu apa?
Pasti setiap orang pernah diberikan pertanyaan seperti itu kan? (iya atau iya 😆)

Namun seiring berjalannya waktu, seringkali cita cita itu berubah menyesuaikan dengan apa yang kita alami atau kita amati .... atau memang sudah takdirnya begitu 😃.

Yakin itu  takdir? atau memang kita yang kurang usaha untuk mengejar cita cita itu? 🤔

Apakah punya cita cita itu hukumnya "wajib" ? Buat saya pribadi jawabannya adalah Ya !

Kenapa? Karena hidup saya analogikan sebagai suatu perjalanan (journey) . Bayangkan jikalau kita berjalan tidak ada tujuan (bentar ya .. ane bayangin dulu 😄). Pastinya kita seperti orang yang kebingungan, yaa pahit2nya nyasar ke arah yang belum tentu kita harapkan 😁.

Cita cita jangan selalu dibayangkan dengan suatu profesi lho ! Ada yang ingin jadi dokter, guru, pegawai, presiden, pengusaha, ibu rumah tangga, blogger, youtuber, celebgram , bahkan .. jadi orang bermanfaat  dan "Masuk Syurga" 😊.

It's ok ... apapun cita cita kita , pastikan itu bermanfaat , u fight for that, off course dont forget to pray , then pasrahkan kepada Sang Maha Mengetahui. Jika segala daya upaya tersebut telah dilakukan tetapi hasilnya belum sesuai dengan harapan .. baru lah kita yakini bahwa itulah takdir .. itulah ketetapan dari Nya.

So, tetapkanlah cita cita (atau visi) hidup kita, supaya kita yakin dalam menjalani kehidupan ini, dan bahagia dengan apapun yang akan kita raih nantinya 😍

#citacita
#takdir






Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ISLAM DI USIA SETENGAH ABAD #3 : MENCETAK GENERASI PERADABAN DARI RUMAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim Kajian Halaqah Cinta Ustadz Ransi Al Indragiri Peradaban dimulai dari rumah, sesuai firman Allah di dalam Q.S. Al Jumuah ayat 2, bahwa Allah mengutus Rasul yang ummi (tidak bisa baca dan tidak bisa menulis) , ummi  juga berarti bahwa Rasul menyebarkan ajarannya di Madinah.  Karena masyarakat Madinah saat itu merupakan masyarakat yang tertinggal dibanding daerah lain seperti Mekkah, Yaman dll, dan tidak memiliki peradaban. Dan setelah Rasulullaah menyebarkan Islam di Madinah, akhirnya Madinah menjadi kota yang diperhitungkan, maju peradabannya ,dan jadi pusat peradaban Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah di Madinah ? 1. Membangun Masjid sebagai pusat Ibadah,  pusat pendidikan, tempat silaturahim 2. Mempersaudarakan antara Kaum Ashar dengan Kaum Muhajirin 3. Membuat perjanjian dengan non muslim  Muncul hadits di Madinah : " Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam be...

Nihon Trip - 4 : Disiplin dan Tepat Waktu

  Jepang sejak lama dikenal akan budaya disiplin dan tepat waktu dalam segala hal. Hal ini sangat kami rasakan saat berada di sana, dan buat saya yang menjunjung tinggi kedisiplinan, hal ini menjadi hal yang menyenangkan untuk dinikmati karena merasakan kemudahan sebagai hasil dari kebiasaan tersebut. Ketepatan waktu bukan hanya pada  jadwal bis, kereta, shinkansen, tetapi juga termasuk di dalamnya jadwal buka tutup toko dan resto 😃. Untuk jadwal bis biasanya tersedia di standing board tempat kita naik, atau di papan informasi untuk halte  yang ada tempat berteduh (biasa dilengkapi kursi).  Antrian panjang menjadi pemandangan umum yang terlihat di sana. Antrian naik bis, naik kereta, naik taksi, pembelian atau isi ulang kartu kereta, pembayaran di kasir, penggunaan vending machine, kedai makanan (biasanya antrian panjang ditemukan saat pembukaan gerai produk makanan baru 😅)  bahkan saat pembelian popcorn semua dilakukan dengan tertib. Mungkin karena sudah terb...

Nihon Trip - 12 : Oleh-oleh

Membeli buah tangan itu buat saya adalah berbagi kebahagiaan yang saya rasakan saat berkunjung ke suatu tempat. Begitu juga saat berkunjung ke negeri sakura. Buat yang mau beli cemilan2 dalam jumlah banyak disarankan belanja di toko grosiran seperti Don Quijote yang cabangnya cukup banyak dan ada di beberapa kota. Kami mendatangi salah satu yang terbesar di area Shibuya : Mega Don Quijote. Di lokasi ini dijual berbagai macam barang. Namun untuk souvenir seperti magnet tempelan kulkas, kipas, dompet , sapu tangan harganya menurut saya lebih mahal dari barang yang dijual online dan jenisnya tidak banyak. Bagi turis yang berbelanja di atas 5500 yen akan dikenakan tax free asal menunjukan paspor untuk di scan di mesin yang ada di kasir. Harga barang yang tertera di rak sudah termasuk pajak. Lokasi pembayaran khusus tax free di Mega Don Quijote berada di lantai paling atas. Souvenir made in Japan asli harga memang mahal, tetapi kualitasnya tidak diragukan. Awalnya penasara melihat souvenir...