Langsung ke konten utama

All about Japan - Part #1

Jepun adalah salah satu negara dari dua negara yang paling ingin saya kunjungi.
Why Japan? Sepertinya sih lebih karena masa kecil saya ditemani film film animasi jepang 🤭.

Pada tahun 2015 saya menemukan sebuah buku kecil berjudul  Mengenal Jepang  (Yusuke Shindo) , kemudian saya mencoba meringkas hal hal yang menarik tentang negara tersebut. Ya lumayan , supaya dapat gambaran sebelum berangkat ke sana 😃.

Setelah membaca saya coba buat resumenya dan saya posting di FB, berharap (mudah-mudahan) bermanfaat buat teman teman lainnya.

Yuk kita simak ....
__________________________________

Orang Jepang itu pada umumnya memiliki karakter seperti ini :
- sering merasa sungkan
- sering minta maaf atau "sumimasen" berkali2 bila terjadi kesalahan. Kata sumimasen juga bisa sebagai pengganti kata "terima kasih" utk kondisi tertentu
- mengutamakan perdamaian
- tidak berbicara terus terang , untuk menghormati lawan bicara.
- tidak mengucapkan langsung perasaan  kepada org , termasuk kpd org yg dicintai
- lebih banyak mendengar drpd didengar
- tidak banyak bicara
- banyak membaca
- tidak sopan bila menyapa orang yg tidak dikenal/ orang yg baru pertama kali bertemu, terutama yg lebih senior
- tidak memberikan senyuman pada org yg baru pertama kali bertemu
- menjunjung tinggi loyalitas / kesetiaan
- mengorbankan diri demi orang lain
- bila dipuji tidak boleh menjawab "terima kasih" karena dianggap sikap yg sombong. Sebaiknya menjawab yg menunjukan rendah hati : ah itu bukan sesuatu yg hebat/sesuatu yg berarti, atau saya hanya beruntung, atau bila keberhasilan dlm organisasi  jawabannya : ini semua berkat kalian
- berkata "okagesama de" yg artinya "karena telah dibantu" apabila mencapai keberhasilan walaupun tidak dibantu orang lain, sbg wujud rendah hati (klo muslim tentunya diawali ucapan Alhamdulillaah )
- tidak memuji anggota keluarga sendiri / staf dlm suatu organisasi di hadapan orang sbg wujud rendah hati. Tetapi memuji langsung kepada anggota kluarga/ organisasi

Selain itu orang jepang juga dikenal :
- serius , rajin
- menghargai alam , menghargai 4 musim
- mencintai bunga
- sangat suka bergaul tanpa konflik
- menjunjung keharmonisan dalam bermasyarakat
- mengutamakan berkelompok
- tidak diajarkan untuk berkompetisi, tetapi team work
- menghormati senioritas (choyonojo)
- senior harus membimbing junior
- mengucilkan org yg melanggar aturan  sbg hukuman
- kesalahan satu org menjadi kesalahan organisasi. Bila satu org dlm organisasi bersalah maka pimpinan organisasi yg akan meminta maaf. Bila kesalahannya berat, pimpinan dlm organisasi bisa mengundurkan diri sbg bentuk tanggung jawab
- sekolah di jepang mengadakan pertandingan olah raga berkelompok (lari estafet, tarik tambang dll) secara  rutin, dan harus diikuti semua siswa

..... to be continued

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ISLAM DI USIA SETENGAH ABAD #3 : MENCETAK GENERASI PERADABAN DARI RUMAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim Kajian Halaqah Cinta Ustadz Ransi Al Indragiri Peradaban dimulai dari rumah, sesuai firman Allah di dalam Q.S. Al Jumuah ayat 2, bahwa Allah mengutus Rasul yang ummi (tidak bisa baca dan tidak bisa menulis) , ummi  juga berarti bahwa Rasul menyebarkan ajarannya di Madinah.  Karena masyarakat Madinah saat itu merupakan masyarakat yang tertinggal dibanding daerah lain seperti Mekkah, Yaman dll, dan tidak memiliki peradaban. Dan setelah Rasulullaah menyebarkan Islam di Madinah, akhirnya Madinah menjadi kota yang diperhitungkan, maju peradabannya ,dan jadi pusat peradaban Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah di Madinah ? 1. Membangun Masjid sebagai pusat Ibadah,  pusat pendidikan, tempat silaturahim 2. Mempersaudarakan antara Kaum Ashar dengan Kaum Muhajirin 3. Membuat perjanjian dengan non muslim  Muncul hadits di Madinah : " Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam be...

Memaknai Perjalanan Haji (Part 1)

Bismillaah Memasuki bulan Dzulqa'dah 1447 H , jadi teringat kembali masa persiapan berangkat haji saya dan suami di tahun 2025. Haji di tahun 2025 adalah tahun pertama pengelolaan haji yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Chaos ? Ya , pastinya ada beberapa hal yang membuat jama'ah mengalami ketidakjelasan informasi dan ketidakpastian. Apa yang dirasakan saat itu? Cemas ada , nangis ada, kesal ada tapi alhamdulillaahnya buat saya pribadi ga berlarut, bahkan boleh dibilang dalam hitungan jam di beberapa hari sebelum berangkat. Kuncinya apa? Serahkan kembali pada Yang Maha Pengatur , Yang Kuasa atas semua yang hadir di kehidupan manusia.  Hasilnya ? Kami menjalani perjalanan haji dengan hati lapang, bahagia, optimis. Buat saya yang terbiasa merencanakan segala sesuatu termasuk dalam melakukan trip, persiapan haji pun termasuk yang sudah direncanakan sejak berbulan-bulan bahkan mungkin 2-3 tahun sebelumnya. Kok segitunya banget?   Alasannya ... Pertama : Ibadah haji adala...

Life is About Connecting the Dot(s)

Baru menyadari beberapa bulan ini, kalau peristiwa di masa lalu ternyata mempengaruhi kehidupan kita di saat ini. Tidak ada yang kebetulan, kita harus mengalami apa di masa lalu ? melalui proses apa? bertemu dengan siapa ?  Tetapi satu hal yang perlu diyakini, kita tidak pernah menjalaninya sendiri, minimal selalu ada Yang Maha Penentu Takdir sebagai tempat kita bergantung, ditambah dukungan dan doa dari keluarga dan teman2 hebat yang dipertemukanNya. What an amazing life. Alhamdulillaah ala kulli hal. Wondering which dots will impact to the future. Hope we always be the better person each day ❤ #PersonalGrowth #SelfGrowthJourney #LetsGrowTogether #BetheBetterYouEachDay