Langsung ke konten utama

Yoga (Unity)

Saya lupa  kapan tepatnya mulai tertarik untuk memilih Yoga sebagai olahraga yang cocok dengan diri saya. Yang jelas 6 tahun yang lalu diawali dengan diskusi saya bersama salah seorang teman yang waktu itu juga berpikir untuk mengikuti olahraga ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk memiliki momongan.

Di bulan Februari Tahun 2014, kami berdua mulai survey ke sanggar / lokasi latihan Yoga untuk mencari instruktur yang bersedia mengajarkan kami di kantor. Secara paralel, kami mengajak beberapa karyawan wanita di kantor untuk mengikuti olah raga tersebut.

Diawali dengan hebohnya ber ramai ramai membeli perlengkapan yoga dan mencari ruangan yang pas untuk menjadi tempat latihan, akhirnya tepat tanggal 1 Maret 2014, dibentuklah grup Yoga @Telkom Medan.

Peminat awal jumlahnya cukup banyak. Namun olahraga yang membutuhkan konsentrasi dan kesabaran ini memang betul betul menguji kesabaran peserta latihannya 😅.

Semakin lama jumlah peminat semakin berkurang, namun peserta yang konsisten berlatih semakin solid.

Untuk menambah semangat peserta latihan, sesekali kami melakukan outdoor excercise walau masih di lingkungan sekitar kantor.

Banyak manfaat yang diberikan olahraga ini, selain makin membuat kita untuk selalu memiliki positif thinking, juga melatih emak2 yang seringkali naik pitam menghadapi berbagai hal 😅, alias mengolah emosi nya alias energi negatif  dengan cara mengatur nafas.

Seperti juga olah raga lainnya, Yoga mampu memberikan efek yang bermanfaat bagi fisik kita, seperti massa otot meningkat, berat badan berkurang, badan lebih segar, serta manfaat lainnya.

Walau pada bulan Juni saya berpindah lokasi kerja ke luar kota Medan bahkan perpindah pulau, dan sampai saat ini menetap di Bogor, namun kekompakan group Yoga tersebut masih dapat terjaga. Tongkat estafet koordinator Yoga saya serahkan kepada Inunk, anggota group  yang saya nilai memiliki kemampuan berlatih terbaik.

Dengan adanya media Whatsapp Group, silaturahim, komunikasi dan sharing hasil latihan tetap bisa saya nikmati. 

Serunya lagi, karena pada dasarnya anggota group Yoga ini memiliki hobi travelling, maka dicanangkan lah Yoga Travelling setiap tahunnya. Kegiatannya tentu latihan Yoga bersama, menikmati kota yang kami kunjungi dan yang paling penting adalah "Kuliner" 😅.

Alhamdulillah tahun lalu, sampai juga kami di Tahun ke 5 merayakan anniversary group Yoga tersebut di Kota Yogyakarta dsk.

Dari mana dana kita untuk travelling? Berhubung kami bukan artis endorsan 😆, jadi setiap bulan kami menyisihkan beberapa ratus ribu untuk dikumpulkan di Bu Pipit yang dipaksa sebagai bendahara group 😅.

Sayangnya di Tahun 2020 ini,  agenda traveling untuk merayakan 6th anniversary ditiadakan, karena adanya pandemi virus Covid19 yang berkepanjangan.

Walau setelah berpindah lokasi kerja, saya tetap melakukan latihan dan juga bersama Mba Yanti membuka kelas Yoga bagi karyawan di kantor kami saat ini. 

Adanya pandemi menuntut kami lebih banyak bekerja di rumah. Namun hal tersebut malah menjadikan hal yang positif buat saya karena untuk melakukan joging ke luar masih was was, maka saya bisa menjalani latihan Yoga kapan saja , baik di pagi hari, siang, sore atau pun malam hari. Meski terkadang sekedar streching selama 15 menit.

Yoga menjadi salah satu upaya yang membantu kami untuk mengatasi kejenuhan dan situasi pandemi yang membuat ruang gerak kita terbatas. Singkatnya dengan Yoga alhamdulillaah rasa stress dan cemas berlebihan dapat kita antisipasi. 

Masih bosan di rumah aja ? Yuk latihan Yoga 😃

Namaste 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ISLAM DI USIA SETENGAH ABAD #3 : MENCETAK GENERASI PERADABAN DARI RUMAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim Kajian Halaqah Cinta Ustadz Ransi Al Indragiri Peradaban dimulai dari rumah, sesuai firman Allah di dalam Q.S. Al Jumuah ayat 2, bahwa Allah mengutus Rasul yang ummi (tidak bisa baca dan tidak bisa menulis) , ummi  juga berarti bahwa Rasul menyebarkan ajarannya di Madinah.  Karena masyarakat Madinah saat itu merupakan masyarakat yang tertinggal dibanding daerah lain seperti Mekkah, Yaman dll, dan tidak memiliki peradaban. Dan setelah Rasulullaah menyebarkan Islam di Madinah, akhirnya Madinah menjadi kota yang diperhitungkan, maju peradabannya ,dan jadi pusat peradaban Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah di Madinah ? 1. Membangun Masjid sebagai pusat Ibadah,  pusat pendidikan, tempat silaturahim 2. Mempersaudarakan antara Kaum Ashar dengan Kaum Muhajirin 3. Membuat perjanjian dengan non muslim  Muncul hadits di Madinah : " Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam be...

Nihon Trip - 4 : Disiplin dan Tepat Waktu

  Jepang sejak lama dikenal akan budaya disiplin dan tepat waktu dalam segala hal. Hal ini sangat kami rasakan saat berada di sana, dan buat saya yang menjunjung tinggi kedisiplinan, hal ini menjadi hal yang menyenangkan untuk dinikmati karena merasakan kemudahan sebagai hasil dari kebiasaan tersebut. Ketepatan waktu bukan hanya pada  jadwal bis, kereta, shinkansen, tetapi juga termasuk di dalamnya jadwal buka tutup toko dan resto 😃. Untuk jadwal bis biasanya tersedia di standing board tempat kita naik, atau di papan informasi untuk halte  yang ada tempat berteduh (biasa dilengkapi kursi).  Antrian panjang menjadi pemandangan umum yang terlihat di sana. Antrian naik bis, naik kereta, naik taksi, pembelian atau isi ulang kartu kereta, pembayaran di kasir, penggunaan vending machine, kedai makanan (biasanya antrian panjang ditemukan saat pembukaan gerai produk makanan baru 😅)  bahkan saat pembelian popcorn semua dilakukan dengan tertib. Mungkin karena sudah terb...

Nihon Trip - 12 : Oleh-oleh

Membeli buah tangan itu buat saya adalah berbagi kebahagiaan yang saya rasakan saat berkunjung ke suatu tempat. Begitu juga saat berkunjung ke negeri sakura. Buat yang mau beli cemilan2 dalam jumlah banyak disarankan belanja di toko grosiran seperti Don Quijote yang cabangnya cukup banyak dan ada di beberapa kota. Kami mendatangi salah satu yang terbesar di area Shibuya : Mega Don Quijote. Di lokasi ini dijual berbagai macam barang. Namun untuk souvenir seperti magnet tempelan kulkas, kipas, dompet , sapu tangan harganya menurut saya lebih mahal dari barang yang dijual online dan jenisnya tidak banyak. Bagi turis yang berbelanja di atas 5500 yen akan dikenakan tax free asal menunjukan paspor untuk di scan di mesin yang ada di kasir. Harga barang yang tertera di rak sudah termasuk pajak. Lokasi pembayaran khusus tax free di Mega Don Quijote berada di lantai paling atas. Souvenir made in Japan asli harga memang mahal, tetapi kualitasnya tidak diragukan. Awalnya penasara melihat souvenir...