Langsung ke konten utama

Nihon Trip - 12 : Oleh-oleh

Membeli buah tangan itu buat saya adalah berbagi kebahagiaan yang saya rasakan saat berkunjung ke suatu tempat. Begitu juga saat berkunjung ke negeri sakura.

Buat yang mau beli cemilan2 dalam jumlah banyak disarankan belanja di toko grosiran seperti Don Quijote yang cabangnya cukup banyak dan ada di beberapa kota. Kami mendatangi salah satu yang terbesar di area Shibuya : Mega Don Quijote. Di lokasi ini dijual berbagai macam barang. Namun untuk souvenir seperti magnet tempelan kulkas, kipas, dompet , sapu tangan harganya menurut saya lebih mahal dari barang yang dijual online dan jenisnya tidak banyak.

Bagi turis yang berbelanja di atas 5500 yen akan dikenakan tax free asal menunjukan paspor untuk di scan di mesin yang ada di kasir. Harga barang yang tertera di rak sudah termasuk pajak. Lokasi pembayaran khusus tax free di Mega Don Quijote berada di lantai paling atas.


Souvenir made in Japan asli harga memang mahal, tetapi kualitasnya tidak diragukan. Awalnya penasara melihat souvenir  asli buatan orang Jepang di Tokyu Hands. Tetapi gagal, karena lokasinya tidak searah dengan lokasi2 yang kami kunjungi. Bukan mau belanja di sana (mehong ceunah) tetapi penasaran sebagus apa kualitasnya. 

Namun rasa penasaran melihat souvenir asli akhirnya terobati saat mengunjungi DiverCity Mall di Odaiba. Nama tokonya "Wabi Sabi" berada di lantai dasar, tidak jauh dari pintu masuk utama Mall. Memang kelas sih, beda kualitas dengan barang2 yang kami lihat di tempat wisata yang kebanyakan made in China, beda harganya pun bisa 3x lipat 🤭. 

Mohon maap, karena yang mau dibagikan oleh2 lumayan banyak saya memilih menitip adek saya membeli souvenir seperti kipas lipat (sensu), dompet kecil, ikat kepala tulisan jepang, tas lipat motif jepang, sapu tangan /handuk motif jepang (tenugui), melalui aplikasi market place  amazon.jp karena lebih murah dari yang dijual di toko oleh2 maupun tempat wisata, gratis ongkir pulak. Dan semua barang tersebut made in China 🙈.

Jadi apa yang kami beli di Mega Don Quijote? Berbagai macam coklat merk Meiji dan Pocky yang diklaim muslim friendly. Bagi teman2 muslim yang suka Kit Kat kami tidak menyarankan untuk dibeli karena belum ada artikel / info yang menunjukan cemilan ini muslim friendly. Karena grosiran, di sini tersedia packingan coklat berisi 10 batang / bungkus per pack.

Kami juga membeli berbagai jenis kacang campur yang tanpa rasa atau yang ingridientnya hanya garam. Selalu gunakan aplikasi translate yang bisa membaca melalui kamera ya untuk cek bahan2 dari cemilan2 yang dijual. 


Selain Shibuya, kami juga mendatangi Uniqlo cabang Harajuku. Karena biasanya di sana ada beberapa produk limited edition yang tidak dijual di Uniqlo cabang lain. Buat yang menyukai produk Uniqlo dan sudah biasa belanja di Indonesia, belanja produk yang sama di Uniqlo yang ada di Jepang gakan rugi deh, karena harganya lebih murah, apalagi jika ada diskon di musim tertentu. Tidak semua barang di Uniqlo bisa mendapatkan tax free, hanya item tertentu yang bertanda "Tax Free". Jadi kudu cermat juga ya gaes saat belanja.


Daiso adalah toko yang paling  disukai ponakan2 saya. Layaknya miniso di Indonesia, Daiso menjual berbagai macam barang tetapi lebih lengkap dan banyak yang unik kalau kita teliti memperhatikannya. Daiso dikenal menjual barang dengan satu harga, 100 yen (made in china pastinyaa). Namun kenyataannya saat ini harganya variatif. Setiap cabang Daiso menjual barang yang berbeda. Bagi yang punya banyak waktu memilih barang2 lucu seperti alat tulis, stempel, kantong plastik, mampir ya ke setiap Daiso yang terlewati 😁.


Bagi pencinta action figure dan game anime , Jepang adalah surganya. Lokasinya ada di sekitaran Akihabara ataupun Odaiba. Pastikan sudah punya referensi harga barang via google yah untuk jenis barang yang sama. Harga barang yang sama antar toko bisa berbeda-beda. Perhatikan juga bahannya. Bahan yang bagus pastinya dijual lebih mahal. 

Buat pencinta Gundam, mengunjungi Gundam Factory di Yokohama bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan limited edition package. Selain di sana,  pilihan yang lebih banyak bisa dilihat di oulet Gundam di DiverCity Mall, Odaiba.


Beberapa tempat wisata juga menyediakan outlet2 yang menjual souvenir. Sama seperti di Indonesia, jika beruntung  bisa menemukan beberapa outlet dengan harga special saat mereka baru "buka dasar" alias lapak baru dibuka. Jangan sia2kan momen ini yaa 😅


Di area Asakusa, Nakamise Shopping Street menjadi lokasi favorit para turis untuk membeli oleh2, baik berupa baju, tas lipat, pernak pernik khas Jepang dan aneka cemilan (ada beberapa yang muslim friendly) dan street food (belum tentu halal).


Cemilan2 buah kering di area Nemba, di kaki gunung Fuji juga bisa menjadi pilihan turis untuk diburu sebagai oleh-oleh.

Barang unik yang tak kalah penting untuk dibeli adalah penghangat yang bisa disimpan di dalam saku, biasa disebut Kairo. Infonya selain sebagai penghangat saat winter, untuk orang Indonesia biasa digunakan untuk mengatasi rematik.


Masih banyak lokasi pusat oleh2 di Tokyo yang belum sempat kami kunjungi. Area Shinjuku, Ginza dan Ueno jadi lokasi yang perlu dipertimbangkan. 

Selamat hunting oleh-oleh, bagi teman muslim pastikan cemilan yang dibeli muslim friendly ya 😉.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ISLAM DI USIA SETENGAH ABAD #3 : MENCETAK GENERASI PERADABAN DARI RUMAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim Kajian Halaqah Cinta Ustadz Ransi Al Indragiri Peradaban dimulai dari rumah, sesuai firman Allah di dalam Q.S. Al Jumuah ayat 2, bahwa Allah mengutus Rasul yang ummi (tidak bisa baca dan tidak bisa menulis) , ummi  juga berarti bahwa Rasul menyebarkan ajarannya di Madinah.  Karena masyarakat Madinah saat itu merupakan masyarakat yang tertinggal dibanding daerah lain seperti Mekkah, Yaman dll, dan tidak memiliki peradaban. Dan setelah Rasulullaah menyebarkan Islam di Madinah, akhirnya Madinah menjadi kota yang diperhitungkan, maju peradabannya ,dan jadi pusat peradaban Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah di Madinah ? 1. Membangun Masjid sebagai pusat Ibadah,  pusat pendidikan, tempat silaturahim 2. Mempersaudarakan antara Kaum Ashar dengan Kaum Muhajirin 3. Membuat perjanjian dengan non muslim  Muncul hadits di Madinah : " Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam be...

Nihon Trip - 4 : Disiplin dan Tepat Waktu

  Jepang sejak lama dikenal akan budaya disiplin dan tepat waktu dalam segala hal. Hal ini sangat kami rasakan saat berada di sana, dan buat saya yang menjunjung tinggi kedisiplinan, hal ini menjadi hal yang menyenangkan untuk dinikmati karena merasakan kemudahan sebagai hasil dari kebiasaan tersebut. Ketepatan waktu bukan hanya pada  jadwal bis, kereta, shinkansen, tetapi juga termasuk di dalamnya jadwal buka tutup toko dan resto 😃. Untuk jadwal bis biasanya tersedia di standing board tempat kita naik, atau di papan informasi untuk halte  yang ada tempat berteduh (biasa dilengkapi kursi).  Antrian panjang menjadi pemandangan umum yang terlihat di sana. Antrian naik bis, naik kereta, naik taksi, pembelian atau isi ulang kartu kereta, pembayaran di kasir, penggunaan vending machine, kedai makanan (biasanya antrian panjang ditemukan saat pembukaan gerai produk makanan baru 😅)  bahkan saat pembelian popcorn semua dilakukan dengan tertib. Mungkin karena sudah terb...